Jumat, 20 Juni 2014

Untuk kamu yang sudah mengukir kenangan indah dihidupku♥ Ajwad El Amin♥

Dear Aad
Aku harap kamu melihat tulisanku ini
Aku berharap kamu membacanya
Walaupun aku tau kalau kamu enggak pernah suka membaca suatu hal yang menurutmu enggak penting, bolehkah aku berharap, sekali ini saja?
Dan aku berharap kamu bisa merasakan setiap untaian kalimat yang aku tulis disini
Only one for you..

Aad
Saat bersama kamu, aku merasakan kenyamanan yang sangat berbeda
Saat cerita-ceritamu kepadaku dulu terputar lagi dibenakku, aku selalu menangis, merindukan masa dimana kamu masih membutuhkanku
Saat salah satu sahabat terbaikmu pergi,
Aku sungguh ingin kembali ke masa itu
Masa dimana kita bebas berkata, bebas berekspresi, dan bebas melakukan apa aja tanpa ada yang menghalangi kita

Aad
Bersamamu aku menjadi diriku sendiri
Bersamamu, aku merasa tak membutuhkan siapa-siapa lagi
Walau aku tau, aku punya banyak sahabat selain kamu
Tapi aku merasa, hanya bersamamu, aku bebas menjadi apa aja yang aku inginkan

Aad
Tidakkah kamu merasakannya?
Aku menyukaimu
Sungguh menyukai kamu
Aku sadar perasaanku itu berubah saat aku terlalu sering berpikir bahwa 'aku tidak ingin kehilangan kamu'
Aku tidak ingin kamu berpaling dariku
Aku ingin kita selalu bisa bersama, sampai kapanpun
Sejak saat itu aku menyadarinya
Aku menyayangimu, sahabatku

Aad
Apakah kamu merasakannya?
Apakah kamu emang benar-benar hanya menganggapku sebagai sahabat saja?
Tidakkah kamu berpikir kalau kamu menyukaiku? Walaupun hanya sedikit saja? Tidak?

Lantas, atas apa yang kita lakukan bersama?
Apakah hanya aku yang terlalu berlebihan?
Dimulai dari hal-hal kecil
Kamu selalu mengikuti suatu hal yang aku suka
Apakah itu caramu?
Caramu memberiku kode dengan merespect semua hal yang aku suka?
Ataukah hanya aku yang terlalu berlebihan?
Terlalu percaya diri kalau kamu menyukaiku?

Lantas, bagaimana dengan saat kamu pacaran dengan dia, dan wanitamu yang sungguh sempurna itu datang memperingatiku untuk tidak mendekatimu lagi?
Lalu kamu datang kepadaku, mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja dan kamu, akan melindungiku dari pacarmu itu?
Apakah itu caramu memperlihatkan perasaanmu kepadaku?
Ataukah itu hanya bentuk kepedulianmu semata-mata karena aku, sahabatmu?
Dan juga saat masalah di sosial media, dan kamu?
Masih terus membelaku, kamu sungguh melindungiku
Apakah itu juga semata-mata bentuk kepedulianmu terhadapku, sebagai sahabatmu?

Hal kecil lainnya, saat kamu selalu mau menjemputku dan mengantarku pulang, tanpa merasa keberatan sekalipun
Apakah itu semata-mata hanya karena kamu merasa kasihan terhadapku

Lantas, apa yang ada dipikiranmu saat itu?
Saat ada pameran di gos sungai kambang
Kamu begitu memperhatikanku
Saat itu aku sedang marah dengan masalah kelompok dramaku
Lalu, kamu datang dan menawarkanku untuk pulang bersama?
Kamu pergi bersama pacarmu untuk mengambil motor dan kembali datang menjemputku?
Apakah itu juga termasuk rasa kasihan?

Terus, bagaimana dengan tempat spesialmu?
Kamu membawaku kesana? Iya aku tau juga sih itu juga karena atas paksaanku
Tapi, perahu kertas itu? Burung-burung kecil itu?
Masih ingatkah kamu?
Apakah itu caramu untuk menunjukan perasaanmu kepadaku?
Ataukah hanya aku yang terlalu berlebihan dan salah mengartikan semua itu?

Dan bagaimana dengan hari-hari kita disekolah?
Hampir setiap saat kita selalu bersama
Saling berlomba, pasang bendera, saat mulung sampah, saling menyindir, kamu yang selalu beralasan untuk minta ditraktir, kamu yang selalu beralasan agar aku mau meneruskan tugasmu, dan perlengkapan tulis kita yang sama? Kamu mengikutiku. Aku mengingatnya. Saat itu tepat hari anniversary #ELegant yang ke 3 bulan pada tanggal 15 November 2013. Kamu datang pagi dan memperlihatkannya kepadaku
Apakah itu juga hanya semata-mata untuk status sahabat?

Bagaimana saat kecelakaan kecilku itu?
Kamu tau, aku kecelakaan itu saat membeli pernak-pernik untuk surprise ulang tahun kamu, juga sebuah buku yang nantinya akan aku tuliskan untuk kamu
Dan kamu juga tau, kamu orang pertama, tepat saat aku ditolong oleh orang disana, hanya kamu yang aku beritahu sebelum mamaku.
Dan kamu? tidak membalasnya?
Pedih banget. Aku harus menahan luka ini kerumah dan diobati.
Kamu? Masih belum juga membalas pesanku setelah sudah sejam dari kecelakaanku?
Saat aku sedang menangis, kamu justru membalasnya.
Aku benci. Waktumu tidak tepat.
Walaupun aku tau dari sms mu itu, kamu begitu khawatir dan membalas sms ku banyak-banyak.
Hingga pukul sembilan, kamu mengirimkan untaian kata yang membuatku tersenyum.
Dalam hati, aku bersyukur kamu masih sangat peduli kepadaku.
Apakah kepedulian dan kekhawatiranmu itu hanya semata-mata karena status sahabat?
Ataukah kamu merasa kasihan terhadapku?

Bagaimana saat makan-makan di perayaan ulang tahunku?
Tidakkah kamu tau, aku cemburu melihatmu sama sahabatku sendiri
Aku enggak bisa lama-lama disana, rasa sakit itu bakal kambuh kalau aku lama-lama disana
Aku pergi dan kamu? Mengejarku
Apa maksudnya ini?
Kamu mengikutiku sampai di tempat spesial kita, ksn.
Bisakah kamu jelaskan bagian ini?
Apakah ini hanya bentuk biasa dari kepedulian dan rasa khawatirmu kepada sahabatmu?
Ataukah ada alasan lainnya yang akan kamu jelaskan kepadaku?

Saat aku mempersiapkan surprise untuk kamu, dan itu terdengar hingga sampai ke telingamu
Tidakkah kamu melihat keputusasaan dalam diriku?
Lalu kamu memberiku dukungan untuk melanjuti itu semua walaupun kamu sendiri sudah mengerti maksud dari itu semua
Dan kamu menyarankanku untuk membuatnya lagi, tapi jangan pesawat kertas, karena kamu ada rencana untuk itu tapi masih lama
Itu, apa maksudnya?
Apakah itu semacam kode darimu untukku?
Tidakkah kamu tau, aku sungguh bodoh, dengan bodohnya berharap kalau itu akan kamu lakuin untukku
Apakah ada kebenaran dari pernyataan aku itu? Ataukah pernyataan aku itu sangat salah dan sangat berlebihan?

Dan saat hari ulang tahunmu
Aku mempersiapkan semua hal yang sudah aku lakukan secara matang
Satu ketakutanku, aku takut ada yang berusaha menggagalkan rencanaku
Dan itu adalah anak elected
Saat surprise itu dilakukan, kamu memberikan potongan pertama kuemu untukku? Dan itu juga karena sahabat? Benarkah?
Bodohnya aku memikirkan hal konyol ini semua
Aku sedikit sedih
Benar saja. Kamu tidak terlalu terkejut melihatnya
Apakah ini karena kamu sudah tau rencanaku?
Aku iri dengan elected
Kamu begitu antusias dengan surprise mereka

Aad
Ingatkah kamu dengan kejadian itu semua?
Apakah kamu tidak pernah merasakannya?
Aku menyukaimu
Sungguh menyukaimu lebih dari apa yang kamu ketahui
Tidakkah kamu menyadari
Banyaknya hal nekat yang aku lakukan demi membuat kamu selalu betah bersamaku
Banyaknya air mata yang sering aku curahkan kepada sahabatku, dan itu semua tentang kamu

Saat makan-makan dirumahmu
Aku sungguh enggak punya nyali untuk datang
Itu karena masalah kamu memberikan kado kepada mantanmu
Aku enggak peduli kamu mau kasih apa ke dia, tapi, setidaknya, kamu cerita
Tidak bisakah kamu mengerti?

Saat kamu memarahiku karena baju seragam mu yang hilang atas kelalaianku?
Aku pergi ke sekolah saat itu juga, di hari tepat perayaan ulang tahun ufi, hanya untuk berusaha mencarinya dan memastikan seragam mu masih disana
Tidak bisakah kamu juga mengerti itu?

Saat les, aku menyuruhmu datang cepat
Aku ingin menjelaskan semuanya
Dan saat itu aku juga tidak enak badan
Tapi, aku rela menunggu satu jam lamanya
Diatas sana dengan desauan angin yang kuat
Dan aku menunggu
Ternyata orang lain, bukan kamu
Tidakkah kamu mengerti, bagaimana perasaanku?


Dan terakhir kali saat kita makan di MUI
Saat kita karaoke, aku udah mulai kesal sama kamu
Aku penasaran dengan balon yang kamu maksud itu
Hingga di MUI, kamu bercerita tentang mantanmu, dan itu membuat rasa kesalku memuncak
Kamu menuangkan saos kedalam minuman aku dan mengenai jaketku
Tidakkah kamu memahami bagaimana perasaanku?
Kamu bukannya minta maaf, malah kamu ikutan marah
Sangat tidak masuk akal
Tidakkah kamu tau, aku begitu rapuh saat itu

Dan marahan-marahan kecilku yang lainnya
itu semata-mata karena aku ingin mengujimu
Sebesar mana kepedulianmu kepadamu, sahabatmu
Tapi kamu malah justru balik marah
Aku enggak pernah punya niat 'membuat masalah kecil menjadi besar'
Enggak pernah Aad
Aku cuma ingin 'mempertahankanmu dengan caraku sendiri untuk melihat rasa kepedulianmu kepadaku'
Tapi ternyata, hasilnya nihil
Semakin aku memperjuangkanmu, semakin kamu melupakanku

Aku udah sering banget putus as sama kamu
Kecewa berat sama kamu
Dan cemburu buta dengan kamu
Dihari sebelum UN, kamu lebih sering bersama atia
Seharusnya, aku yang membantu kamu belajar, aku sahabtku, bukan dia!
Aku begitu hancur saat melihat kalian bersama
Melihat hidupmu sekarang yang penuh dengan banyak teman
Membuatmu melupakan seseoorang yang dulu selalu ada untuk kamu
Mungkin, kamu lebih memilih kehilangan seorang teman yang sama sekali enggak ada hebatnya, darpada kamu kehilangan semua teman-teman sehobimu, teman-teman di sosial mediamu, dan fans fanatikmu

Sekali lagi aku bertanya padamu
Kamu benar tidak merasakan apa-apa?
Tidak pernah menyukaiku, meski hanya sesaat?
Tak pernahkah sekalipun, jantungmu berdegup kencang karenaku?
Mengkhawatirkanku dengan begitu tulus, itupun tak pernah?
Tak pernahkah kamu menginginkan aku untuk tetap bersamamu?

Aad
Setiap jawaban yang kamu berikan, itu sangat penting
Bagiku seribu kali lebih penting
Tak peduli kamu menganggapku aneh, tak tahu diri atau apapun itu
Siapa pria yang kusukai, yang sudah begitu perhatian padaku walaupun perhatian itu sama sekali enggak ada maksudnya, itulah yang lebih penting
Entah kamu menyukaiku meskipun hanya sedetik
Ataukah hanya menganggapku sebatas sahabat,
Semua itu penting bagiku

Bukankah sudah jelas
Kamu lah orang yang aku sukai dari dulu
Hanya Ajwad El Amin, sahabatku
Pria yang aku sukai
Aku menyukaimu, dengan tulus

Namun
Jika aku emang hanya dianggap cuma sebatas sahabat tanpa rasa suka sedikitpun darimu,
Berarti kamu jahat
Tapi, meskipun aku sudah mengetahuinya dan tetap menyukaimu,
Berarti aku lebih bodoh dari itu

AKU AKAN MENYERAH
Maaf jika selama ini aku merepotkanmu
Itu tak akan pernah terjadi lagi. Aku janji
Meski itu tak kan terjadi, tapi jika perasaanku memndadak berubah dan aku berusaha mencarimu,
Jangan kamu pedulikan
Dan jika kita tak sengaja bertemu,
Bersikaplah seolah-olah kita tidak pernah kenal

Aku selalu berpikir
Ending dalam kisah persahabatan kita akan berakhir sempurna
Seperti kebanyakan kisahdi dalam film favorit kita
Ternyata aku salah
Kisah itu hanya di film
Tidak didunia nyata
Enggak akan pernah terjadi kisah cinta diantara persahabatan kita
Disini, hanya aku yang terlalu mengarapkanmu
Dan hanya aku yang begitu terluka karenamu

Bodohnya aku yang mengharapkanmu
Bodohnya aku yang sudah menjatuhkan banyak air mata untukmu tanpa pernah diketahui olehmu
Aku kira, kamu berbeda dengan semua pria yang pernah nyakiti aku
Lalu kamu mensupport aku untuk tetap tegar dan bersabar
Tapi ternyata,
Kamu sama saja dengan pria-pria itu Ad

Kalau saja dari awal kita enggak pernah dekat
Kalau saja dari awal kamu tak membutuhkanku
Kalau saja dari awal kita tak pernah bersahabat
Dan kalau saja dari awal aku tak berharap lebih padamu selain bersahabat
Mungkin akhirnya enggak bakal seperti ini

Kamu sudah banyak mengukir kenangan di hidup aku
Begitu banyak hal indah yang kita lakukan bersama
Kamu mengukir hari-hariku dengan caramu sendiri
Kamu udah membuatku begitu nyaman sehingga aku merasa tidak membutuhkan siapa-siapa lagi
Sehingga aku sangat takut merasakan kehilangan kamu
Dan sekarang,
Aku sendiri yang merasakan sakitnya
Kamu enggak akan pernah peduli dengan keadaan aku sekarang
Kamu juga enggak peduli apakah aku masih ada atau enggak dihidupmu
Kalah saja kamu tau satu hal tentang diriku,
Masihkah kamu tega bersikap seperti ini kepadaku?
Aku kecewa sama kamu
Ajwad El Amin
Kamu
Tak pernah bisa memahami perasaanku
Sungguh tak bisa mengerti perasaanku

4 komentar:

  1. Tak ada persahabatan antara cwok dan cwek yg real, pasti ada satu di antara mereka yg memendam rasa. Tpi mereka urungkan karna apa karna takut persahabatan mereka hancur karna rasa itu. Mangaaattt we Love you ��������

    BalasHapus